Penulis dan Infografis oleh Renata Ardelia
Disunting oleh Shofiyyah
Surabaya – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut mahasiswa untuk mempersiapkan karier sejak dini. Sekarang ini, nilai akademik saja tidak lagi cukup, lulusan perguruan tinggi harus memiliki keterampilan, pengalaman, dan keunggulan lain yang bisa membuatnya lebih unggul dibandingkan kandidat lainnya.
Melihat
kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan
Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) menggelar KARISMA pada Sabtu
(30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Penida Noor, Fisibpol 1 UPNVJT ini
dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja sekaligus
membekali mahasiswa dengan persiapan karier yang relevan.
Acara
diawali dengan seminar yang disampaikan oleh dosen Ilmu Komunikasi UPNVJT,
Windri Saifudin, S.Sos.,M.Med.Kom. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa
dunia kerja saat ini diwarnai persaingan yang semakin tinggi sehingga mahasiswa
perlu membangun diferensiasi diri melalui kemampuan, pengalaman, dan portofolio
yang sesuai dengan bidang yang ingin ditekuni.
Pembahasan
kemudian dilanjutkan melalui sesi talkshow bersama dua alumni Ilmu Komunikasi
UPNVJT yang telah berkarier di industri komunikasi. Glen Aviaro, S.I.kom. membahas
pentingnya career development, khususnya dalam mempersiapkan curriculum vitae
(CV) dan portofolio yang mampu menarik perhatian rekruter. Sementara itu,
Sindhy Nurhaliza, S.I.kom. membagikan pengalaman mengenai realitas dunia kerja
serta berbagai tantangan yang dihadapi ketika memasuki dunia profesional.
Tidak
hanya memperoleh materi, peserta juga mendapat kesempatan mengikuti sesi bedah
CV. Dalam sesi tersebut, para narasumber memberikan masukan secara langsung
mengenai penyusunan CV, portofolio, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan
sebelum melamar magang maupun pekerjaan.
Rani,
selaku ketua pelaksana KARISMA menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari
keresahan yang sering ditemukan di kalangan mahasiswa terkait penyusunan CV dan
portofolio. Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin mendesak mengingat mahasiswa
angkatan 2024 akan segera memasuki program magang.
"KARISMA
kami adakan karena melihat masih banyak mahasiswa yang bingung membuat CV dan
portofolio yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju. Apalagi angkatan
2024 akan segera magang, sehingga kami ingin memberikan bekal mengenai
persiapan memasuki dunia kerja, mulai dari penyusunan CV, portofolio, hingga
gambaran karier setelah lulus," ujarnya.
Ia
menambahkan, kehadiran alumni yang telah terjun langsung ke industri komunikasi
diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih nyata mengenai jenjang
karier, pentingnya membangun jaringan profesional, serta keterampilan yang
perlu dipersiapkan selama masa perkuliahan.
"Melalui
KARISMA, kami ingin mahasiswa memiliki gambaran tentang dunia kerja dan
mengetahui langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sejak sekarang agar lebih
siap ketika melamar magang maupun pekerjaan di masa depan," tambahnya.
Manfaat
kegiatan tersebut turut dirasakan oleh para peserta. Rere, salah seorang
mahasiswa Ilmu Komunikasi yang hadir mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai
ketatnya persaingan di dunia kerja serta pentingnya membangun nilai tambah
sejak masih berkuliah.
"Setelah
mengikuti acara ini, jadi lebih memahami bagaimana ketatnya persaingan di dunia
kerja. Kita tidak hanya bersaing dengan satu atau dua orang, tetapi dengan
banyak kandidat yang memiliki kemampuan berbeda. Karena itu, kita tidak bisa
hanya mengandalkan nilai atau teori di kelas, tetapi juga harus memiliki
diferensiasi dan value diri yang dapat membuka peluang," ungkapnya.
Menurutnya,
pengalaman yang dibagikan oleh para alumni juga memberikan gambaran yang lebih
jelas mengenai langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk membangun karier
di bidang komunikasi.
"Dari
cerita alumni, saya jadi lebih memahami arah karier setelah lulus dan apa saja
yang perlu dipersiapkan sejak sekarang, mulai dari CV, LinkedIn, hingga
portofolio yang sesuai dengan kebutuhan industri," katanya.
Melalui
kegiatan seperti KARISMA, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai
realitas dunia kerja, tetapi juga kesempatan untuk mempersiapkan diri lebih
awal. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, kesiapan karier bukan lagi
sesuatu yang dibangun menjelang kelulusan, melainkan proses yang perlu dimulai
sejak bangku kuliah.

0 Komentar